Jumat, 16 Mei 2014

Mengganti CDI Honda Blade 110R

Yang pertama, membersihkan… Untung sudah beberapa hari tidak digunakan jarak jauh, juga sudah cukup bersih karena beberapa hari laludielus-elus tiga diva di tempat cuci sepeda motor.
Yang kedua, memeriksa kelengkapan kendaraan, kekencangan mur-bautnya, dan melumasi bagian-bagian yang perlu pelumasan. Banyak bagian ~antara lain rantai kendaraan~ harus lebih diperhatikan di musim penghujan ini.
Yang ketiga, mengganti CDI (capacitor discharge ignition) ~pengatur pengapian~ supaya larinya lebih kencang. Bukan CDI original, melainkan CDI dualband buatan BRT yang sering digunakan penggemar balap liar.
Agar rapi, copot kabel skun pada CDI Honda Blade dan memasangnya kembali pada socket CDI Honda Kharisma. (gambar kiri: susunan pin CDI Honda Kharisma, gambar kanan bawah: susunan pin CDI Honda Blade).
Ketika ditest menggunakan dynamometer di bengkel, tenaganya cukup rata dari putaran bawah, menengah, sampai putaran atas, tidak ada lag di tengahnya. Padahal hanya melakukan penyetelan ulang klep dan karburatornya saja, tidak melakukan modifikasi apapun. Ternyata mesin Blade pun ternyata sanggup mengitir sampai lebih dari 11.000 rpm, jauh lebih dahsyat dibandingkan menggunakan CDI asli yang kembang-kempis untuk mencapai 10.000 rpm saja.
CDI BRT NEO-DualBand ini, ada pilihan untuk mode biasa, dan mode dahsyat lewat kabel yang dihubungkan dengan saklar/switch, jadinya bisa menyesuaikan dengan penggunaan kendaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar